Halaman

Senin, 08 Januari 2024

Pesta Rakyat Pemilu & Pilkada

 

Pesta "Rakyat" berjudul pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) 2024 telah dibuka pendaftarannya serentak dibuka oleh KPUD di seluruh Indonesia, termasuk di NTT. Dan sekarang ini merupakan tenggat waktu para calon atau kandidat mensosialisasikan diri melalu kampanye. Di Flores, denyut dan aroma Pilkada inipun mulai terasa. Kian hari akan kian panas. Ibaratnya sebuah pesta, kita akan disuguhkan dengan aneka pilihan menu oleh tuan pesta. Pilkada pun demikian. 

Aneka Paket calon akan segera "dihidangkan" ke tengah publik dan tugas kita pemilih adalah memilih Paket Calon dengan senang hati tanpa paksaan dan iming-iming. Dengan begitu, pemimpin yang akan kita dihasilkan adalah pemimpin yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta berpihak pada kepentingan bersama untuk kesejahteraan rakyat. 

Selamat memasuki arena Pilkada 2024 dengan tetap menjaganya agar berlangsung aman, jujur, dan adil. (*)

Selasa, 12 Desember 2023

Salam


Salam, ucapan atau sapaan selamat Pagi, siang, atau malam kepada sesorang yang kita jumpai. Entah itu orang tua kita, guru, atasan, bawahan, sahabat, atau orang asing yang baru saja kita kenal. Dalam acara resmi sekalipun, salam (pembuka) menjadi penting disampaikan oleh Pewara (pembawa acara) kepada hadirin atau tamu undangan sebagai tanda terima kasih karena telah berkenan hadir memenuhi undangan tuan pesta.

Untuk seorang rekan kerja yang sekian lama bersama dalam suatu pekerjaan, kemudian akan berpindah ke tempat kerja yang lain, salam pun akan disampaikan  sebagai bentuk "pamit" kepada yang bersangkutan. Bahkan, kitapun dapat menitip salam kepada anggota keluarga atau sahabat melalui orang lain yang akan menghampiri mereka.

Dalam pandangan sosiologis Lamaholot, misalnya, salam digunakan sangat intens dengan frekwensi pemakaian yang tinggi, terutama di kalangan orang muda. Kelompok sosial yang sedang mengenali diri lebih dekat antara satu dengan yang lain. Salam lebih bermakna, ketika diucapkan oleh seorang pemuda kepada seorang pemudi.

"Go gnatunga(eg) salam" (Saya mengirimnya salam, Saya mengirimi dia salam, atau Saya mengirimmu salam). Pesan "salam" yang ditujukan kepada seseorang "dambaan" melalui seseorang perantara/mediator atau lazim disebut jembatan, antara dua insan yang sedang saling menaruh hasrat cinta. Jika, pemudi yang mendapat salam pun merespek pesan salam tadi, maka iapun mengembalikan salam melalui penghubung cinta dengan mengatakan "Go balasa salam nae" (Salamnya saya balas).

Salam perdana semacam perkenalan awal, yang merupakan pernyataan hormat kepada seorang pemudi tadi, seperti "Riksma" (Rindu kamu setengah mati). Arti salam inipun mesti disampaikan kepada penghubung agar jika penerima salam tidak mampu menebaknya dengan benar, maka penghubung dapat menjelaskan arti salam tadi. Dengan tujuan agar salam balasan yang akan dikirimkan masih dalam kerangka salam pertama. Di sini ada ruang "penantian" bagi seorang pemuda dalam mendapatkan kabar berita tentang salam yang dikiriminya. Jika, sang pemudi merespon salam di atas, maka iapun dapat membalasnya dengan salam "Agarimu" (Aku juga rindu kamu). Dalam konteks inilah, hasrat batin cinta antara kedua insan ini mulai bisa ditebak. Maka si pemuda akan mengirimkan pesan salam lain, misalnya salam "Kamboja" (Kalau mau boleh jadi). Begitu dan seterusnya.

Salam Kamboja dalam ruang perjodohan di atas semakin menemui derajat keseriusan ketika mereka terlibat adu pandai berbalas pantun dalam tarian tradisional dolo-dolo. Di medan tari inilah ekspresi "kerinduan" akan mendapat si dia mencapai titik terang melalui baris-baris pantun yang saling dilantunkan.

Akhirnya, salam juga tersampaikan melalui obyek atau benda artefak. Ekspresi fatis yang menjelma menjadi daya sosial merata jalan perjumpaan dua individu. Salam melalui artefak, misalnya pengiriman stanga (sapu tangan) atau bola (sokal kecil). Obyek-obyek ini dikirim melalui penghubung cinta. Dan, sama seperti pesan salam verbal di atas, salam artefak ini efektif jika mendapat respon positif dari penerima salam (pemudi). Ikatan rasa cinta terus ditebar di antara dua insan, bahkan merasuk ke dalam keluarga besar. Tumbuh subur dan diragi menghasilkan buah berlimpah. (*)

Sabtu, 25 November 2023

Di Hari Guru Ini!

"Belajar bae-bae, semoga kelak kalian menjadi orang yang berguna bagi bangsa, negara, dan gereja".

Itulah satu pesan dari sejuta pesan para guru yang masih sangat segar dalam memori ini, ketika sedang merayakan hari guru tahun ini. Pesan inilah yang menjadikan saya (kita) semua menjadi orang-orang seperti hari ini. 

Untuk itulah, persis dari puncak Gunung Wongge, Universitas Flores Ende, dalam perayaan hari guru 2023, saya mengucapkan terima kasih kepada para guru dan penjasa saya di SDK Imulolong Lembata, SMP Katolik APPIS Lamalera, SMP Negeri Nubatukan, SPG Katolik Frateran Podor Larantuka, dan Universitas Flores. Semoga jasa dan budi baik bapak dan ibu guru selalu mendapat restu dan berkat yang berlimpah dari Du'a Nggae, Ama Lera Wulan Tana Ekan, Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan, kepada yang telah berpulang, semoga amal ibadah dan segala kebajikan yang telah ditabur dalam mencerdaskan generasi bangsa, mendapat cahaya keabadian dalam haribaan Tuhan Sang Mahakasih di surga. 

Terima kasih kepada para mahasiswa PBSI Universitas Flores Ende, yang pagi ini, dalam nuansa "sederhana" telah merayakan hari guru di depan pelataran Prodi. Bukan hiruk pikuk dan hingar bingar perayaan sebagaimana biasanya, namun kita semua menjadikan momentum ini untuk terus berproses ke arah yang lebih baik. Anda semua adalah guru masa depan bagi generasi masa depan.

Selamat hari guru (*)

Pemindahan Tali Kucir Toga

Toga dan Kucir

Wisuda sarjana ditandai dengan pemindahan tali kucir pada toga oleh Rektor. Dipindahkan dari kiri ke kanan. Jika sarjana selama masa kuliah berkutat dan berjibaku mengisi kepala bagian kiri dengan aneka teori, konsep, dan metodologi ilmu pengetahuan, maka pemindahan kucir ke kanan mengingatkan sarjana untuk memanfaatkan kemampuan dan kecakapan teoretis konseptual, dan metodologis ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui sikap dan praktik kerja yang kreatif, inovatif, mandiri, dan bertanggung jawab.  Praktik keilmuan yang demikian akan membuat para sarjana diterima di tengah masyarakat. Sebab ia menjadi bagian dari proses pembangunan yang sedang dilaksanakan di masyarakat.

Selamat buat para wisudawan Universitas Flores yang dilantik hari ini di Auditorium HJ. Gadi Djou, Jalan Sam Ratulangi Ende. Jadilah sarjana unggul dengan menselaraskan kemampuan teoretis dengan tindakan riil di masyarakat. (*)

Kamis, 02 November 2023

Menjadi Rebutan


Pemilu 2024 sudah dekat. Hiruk pikuk partai politik dan para politisi semakin gencar. Mereka masuk keluar kampung mengampanyekan paket idolanya, bahkan dirinya. Dengan bahasa  sediakala: janji. 

Segmen Pemilih Zellennials

Salah satu segmen pemilih yang menjadi rebutan paket Presiden dan Wakil Presiden maupun calon legislatif adalah generasi Z dan generasi milenial atau generasi Zillennials. Generasi Z  berumur sekitar 8-23 tahun dan generasi milenial berumur 24-39 tahun. Menurut data segmen pemilih Z dan milenial berjumlah lebih dari 113 juta pemilih atau sekitar 56,45%. (*)


Sabtu, 21 Oktober 2023

Merungge


Merungge, akrab di telinga sebagai "kelor" atau dalam bahasa Lamaholot di Imulolong disebut "motong". Kata ini tiba-tiba menyeruak ke bumi NTT, ketika Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memperkenalkannya saat debat capres gubernur beberapa saat lalu. Merungge (motong) lagi-laģi mendapat tempat spesial ketika orang nomor satu NTT ini menegaskannya di hadapan ratusan lulusan Uniflor, beserta orang tuanya pada Sabtu, 20 Oktober 2018 sebagai tanaman yang wajib di konsumsi oleh warga kepulauan ini.

Bagi anak-anak Flores bagian timur, Lembata, dan Alor, motong menjadi sayur paling "enak" untuk menemani jagung titi. Lezat memang. Karena itu, bagi mereka imbauan ini bukan hal baru, sesuatu yang biasa. 

Mari kita tanam rame-rame merungge, terutama alumni Uniflor yang baru di wisuda untuk menangkap himbauan ini sebagai peluang usaha. (*)

Jumat, 20 Oktober 2023

Wisuda Memantapkan Diri Sarjana


Sabtu, 20 Oktober 2018, Uniflor Ende melantik 838 lulusan di Auditorium HJ Ga di Djou Ende. Pemindahan kucir dari kiri kepala mahasiswa ke bagian kanan merupakan simbol menggapai keseimbangan diri. Jika ketika kuliah, mahasiswa lebih mengaktifkan otak kiri atau wilayah Broca sebagai pusat berpikir kritis dengan mengandalkan logika dan matematika, maka dengan memindahkan kucir ke kanan menandai bahwa mahasiswa mulai mengaktifkan otak kanan dalam berperasaan dengan memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif di tengah masyarakat. Hendaknya terjadi keselarasan antara berpikir dan bertindak, berkata atau bertutur dengan berbuat. Oleh karena itu, masing-masing sarjana "berbeda" antara satu dengan yang lain. 

Dengan kata lain, menyitir Gubernur NTT saat orasi ilmiah, lulusan mesti memanfaatkan  ekspektasi imajinasinya untuk optimis berubah. Jadi, kita semua tentu harus bergerak bersama dalam energi yang sama. Niscaya NTT akan keluar dari kubang kemiskinan menuju kesejahteraan. Jadilah sarjana yang profesional dalam aneka pekerjaan yang Anda alami. (*)